| |
My dear friend,
Last Sunday (17 February 2008) I joined with Sahabat Museum Tour visit two museums in Jakarta, Museum Taman Prasasti and Museum National located in Central Jakarta. Before I already visited some museums in Jakarta and there still some museums which not visit yet….so if you come to Jakarta, don’t forget to visit some of the museums…is really nice to know the heritages of Indonesia ancestor which influenced so much with the Dutch history.
In this album, I will show you the Museum Taman Prasasti (Museum of Inscription Park) located in Jl. Tanah Abang I, it was the elite cemetery of foreign peoples especially Dutch peoples in the era of VOC (around year 16’s – 18’s)…but there is also other European such as French, German and the Japanese. What interesting is, that cemetery look like a park because we can see the cemetery décor with nice monuments, statues symbolize the person in that cemetery it self and some show also sweet message or statement (inscriptions). There visitor can seat in special park bench and that’s why they called as a park. The tour guide said that at that time , the western peoples usually come there after prayed in church on Sunday just for relax in the park around the cemetery.
In that cemetery, so many Dutch peoples not only important person in the military or government, but also business peoples/traders and his families but they were rich peoples who died in Batavia and able to made a special cemetery in this exclusive place. Another interesting, mostly their ages not so old…they died around the ages of 40 years, may be because of the war or disease. Well for my dear Dutch friend, may be there you can find your family….so don’t miss it when come to Jakarta….
|
 | loh itu yang ngurus siapa? negara atau keluarga mereka di eropa sono? |
 | oh itu sekarang sudah diurus negara dong....belum tentu ada keluarga di eropa yang tau karena itu kan sudah ratusan tahun yang lalu, kalau sodaranya care ya mungkin mereka datang mencari tapi tentunya tidak untuk ngurus atau pelihara kuburannya...dan sebetulnya tidak semua kuburan itu berisi, yang diisi mayat mereka itu hanya sebagian kecil...karena pada saat itu, mereka kan matinya di saat perang atau dikubur di suatu tempat yang tidak jelas trus hilang..kemudian teman atau sodaranya yang membuat nisan atau prasasti khusus untuk mengenangnya...makanya disitu, sering ada kata2 mutiara dari istri atau orang tua buat anaknya yang masih kecil...jadi hanya simbol aja untuk mengenang kalau mereka meninggal di batavia. Yang hebat, patung2 itu masih awet atau bagus...Yang lucu, aku nemu suatu nama family, dan itu nama dari bekas suami pertama tanteku (tapi sudah meninggal)...dan dulu dia mencari suaminya yang baru menikah setahun terus meninggal di saat perang...sayang sekali tanteku sudah ngga ada...dan dia tidak punya anak dari suami belandanya.... |
 | wahhh elok juga ya.. mirip kayak monumen kenangan gt ya... lagian orang Eropah kan gak hobby ziarah kubur ya...emangnya orang Jawaaa..hehehehe... mungkin benar kata mbak Yanine tadi. bisa jadi kawasan wisata. |
 | ini kereta jenazah kali yaa.. |
 | Thanks for sharing your trip to Taman Prasasti. I've been there when I was in college.... it's more than 20years ago. |
 | Menarik.. makasih infonya ya mbak. iya ya... tempatnya seperti taman aja. Patung-patungnya juga bagus...
|
 | keren ya.............kalu dikemas.........pasti menarik minat turis ya..... |
 | tanah abang nya dimana mbak? lewat yang macet macet gak? |
 | ih keren keren...........kelihatan gak terurus........aduh mudah2an ada yang mo ngurus ya.... |
 | aduh sayang banged sih ini gemes deh.............. |
 | aih ini patung sering liat deh........... |
 | I don't need to visit myself with all your very interesting albums about your museum trips in Jakarta Janine. But to be able to experience the climate, to smell and to taste, I have to go there myself one day. Your reports are very educative Janine. Thanks for sharing this with your friends. |
 | Janine, ini kok mirip mas Lilik, dosen sastra Belanda UI ya! |
 | Kebiasaan ziarah kubur emang bener bukan hanya kebiasaan orang Jawa kok Janine. Waktu ibu mertuaku masih hidup, beliau rajin ziarah ke makam suaminya, bukannya untuk minta sesuatu atau pangestu lho, tapi untuk merapikan kuburannya, seperti mengganti bunga yang kering dan sebagainya. Tempat pemakaman di Belanda, pada umumnyanya merupakan milik pemerintah daerah (gemeente) atau gereja. Instansi tsblah yg bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan keindahan kompleks kuburan masing2. Selain itu, ahli waris juga diminta membayar sumbangan tahunan. Setelah kedua mertua meninggal, kuburan mereka jarang diziarahi karena anak2nya berjauhan tinggalnya. Meskipun demikian kalau kami kebetulan datang berziarah, tempat pemakaman mereka tetap tampak rapi... uang sumbangannya jelas emang dipakai untuk memelihara komplek makam. |
|
|